Tempat Berbagi Berita, Cerita dan Derita

Kategori Yang Kalian Suka

New From All Category
Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts
Post ini diterbitkan pada : Friday, March 27, 2009

2 Menabung Hal Yang Baik Untuk Masa Depan

Suatu ketika, ada seorang kakek tinggal dengan anaknya. Selain itu,tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun.Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu.Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orang tua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini."

Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orang tuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, air mata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orang tua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.

Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

Info GauL
Post ini diterbitkan pada : Sunday, March 15, 2009

3 Manakah Yang Kau Pilih .. ?

Apa pilihanmu Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat  ada  3  orang  laki-laki  berjanggut  yang  duduk  di  halaman  depan. Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. Perempuan itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang  lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Laki-laki berjanggut  itu  lalu  balik  bertanya,  "Apakah  suamimu  sudah  pulang? Perempuan  itu  menjawab,  "Belum,  dia  sedang  keluar.  "Oh  kalau  begitu, kami tak ingin masuk.

Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata laki-laki itu. Di waktu
senja,  saat  keluarga  itu  berkumpul,  sang  isteri  menceritakan  semua
kejadian  tadi.  Sang  suami,  awalnya  bingung  dengan  kejadian  ini,  lalu  ia
berkata  pada  istrinya,  "Sampaikan  pada  mereka,  aku  telah  kembali,  dan
mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.
Perempuan  itu  kemudian  keluar  dan mengundang mereka  untuk masuk  ke
dalam.  "Maaf,  kami  semua  tak  bisa masuk bersama-sama"  ,  kata  laki-laki
itu  hampir  bersamaan."Lho,  kenapa?  tanya  perempuan  itu  karena merasa
heran.

Salah  seorang  laki-laki  itu  berkata,  "Nama  dia  Kekayaan,"katanya  sambil
menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang
ini  bernama  Kesuksesan,  sambil  memegang  bahu  laki-laki  berjanggut
lainnya.  Sedangkan  aku  sendiri  bernama  Cinta.  Sekarang,  coba  tanya
kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.

Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di
luar. Suaminya pun merasa heran. "Oh...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau
begitu, coba  kamu  ajak  si Kekayaan masuk  ke dalam. Aku  ingin  rumah  ini
penuh  dengan  Kekayaan.  Istrinya  tak  setuju  dengan  pilihan  itu.  Ia
bertanya,  "sayangku,  kenapa  kita  tak  mengundang  si  Kesuksesan  saja?
Sebab  sepertinya  kita  perlu  dia  untuk  membantu  keberhasilan  panen
gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun
ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah  lebih
baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan
nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan
pilihan buah  hati mereka.  "Baiklah, ajak masuk  si Cinta  ini ke dalam. Dan
malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.

Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu. "Siapa
diantara  Anda  yang  bernama  Cinta?  Ayo,  silahkan  masuk,  Anda  menjadi
tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.
Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil,  perempuan  itu bertanya  kepada  si Kekayaan dan  si
Kesuksesan.  "Aku  hanya mengundang  si  Cinta  yang masuk  ke  dalam,  tapi
kenapa  kamu  ikut  juga?  Kedua  laki-laki  yang  ditanya  itu  menjawab
bersamaan.  "Kalau  Anda  mengundang  si  Kekayaan,  atau  si  Kesuksesan,
maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si
Cinta,  maka,  kemana  pun  Cinta  pergi,  kami  akan  ikut  selalu  bersamanya.

Dimana  ada  Cinta, maka  Kekayaan  dan  Kesuksesan  juga  akan  ikut  serta.
Sebab,  ketahuilah,  sebenarnya  kami  buta.  Dan  hanya  si  Cinta  yang  bisa
melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada
jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami
menjalani hidup ini.

Post ini diterbitkan pada : Tuesday, March 10, 2009

0 Puisi Dari Jendral Pemimpin Perang Dunia

doa Pada masa Perang Dunia Kedua, tepatnya bulan Mei 1952, seorang jenderal kenamaan, Douglas Mac Arthur, menulis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun.. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul "Doa untuk Putraku". Inilah isi dari puisi tersebut:

Doa untuk Putraku

Tuhanku...,
Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui
kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam
ketakutan.Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-
citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja
Seorang putra yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri
adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku...,
Aku mohon, janganlah pimpin putraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan,
kesulitan dan tantangan.

Biarkan putraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan
senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin
dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang
lain.

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa
melupakan makna tangis duka
Putra yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-
sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku...,
Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan
berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"

"Kalau Anda lunak pada diri sendiri, kehidupan akan keras terhadap Anda.. Namun,kalau Anda keras pada diri sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap Anda.."


Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita yang destruktif, merusak, dan cenderung melemahkan. Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakan kehidupan sukses yang gemilang, hidup penuh kebahagiaan!!

Sukses selalu untuk anda.( Sumber : alexanderhuangcr07.blogspot.com )

Post ini diterbitkan pada : Saturday, March 7, 2009

4 Tak Ada Salah Dan Benar Di Dunia Ini

Tiada-Salah-benar Suatu hari,seorang kakek yang terkenal bijaksana sedang berjalan kaki melewati sebuah sawah dan menemukan 2 orang anak lelaki yang sedang bertengkar . Dengan tanpa ragu,beliau menghampiri mereka.”Apa yang sedang kalian ributkan nak..?”,tanya beliau kepada kedua anak tersebut.

“Dia mengatakan bahwa cara saya memegang sendok salah.. katanya,harus pakai tangan kanan.sedangkan saya merasa lebih mudah memakai tangan kiri..”,jawab seorang anak sambil menunjuk temannya.


“Bohong kek,dia yang mengatakan bahwa cara saya memegang sendok yang salah.. padahal jelas-jelas dia yang salah.Memegang sendok dengan tangan kanan jauh lebih mudah bagi saya ketimbang tangan kiri..”,sahut temannya membela diri.

Mendengar hal tersebut,kakek malah bertanya kepada kedua anak tersebut.”Menurut kalian,matahari lebih dekat dengan bumi saat pagi hari atau siang hari..?”

“Pagi hari donk kek..,soalnya saat pagi hari matahari terlihat lebih besar daripada siang hari.Itu menandakan bahwa matahari lebih dekat dengan bumi ketika pagi hari”,jawab anak yang kidal.

“Siang hari lah kek..,karena saat siang hari,matahari lebih panas ketimbang saat pagi hari.Itu menandakan bahwa matahari lebih dekat dengan bumi ketika siang hari”,jawab anak yang satunya.

“Lalu siapa yang benar kek..??”,terdengar kedua anak tersebut serempak bertanya kepada sang kakek.

Mendapat pertanyaan tersebut,kakek hanya menjawab..

“Tidak ada yang salah dan benar di dunia ini,yang ada hanyalah perbedaan sudut pandang saja.. matahari tetap pada jarak yang sama dengan bumi setiap saat,yang ada hanyalah sudut pandang kita yang terkecoh oleh berputarnya bumi yang kita pijaki . Perbedaan itu pasti akan ada.., dan sesungguhnya, memaksakan persamaan dalam setiap kebiasaan adalah sikap yang sungguh tidak bijaksana.”

Lalu si kakek pergi meninggalkan kedua anak tersebut,sambil berkata.. “Memahamilah,maka kau pun akan di pahami”.

Seketika kedua anak tersebut,saling memandang dan saling tersenyum satu sama lainnya dan berpelukan.. “Maafkan aku yach..”,mereka mengucapkannya berbarengan. Big Hug


Post ini diterbitkan pada : Thursday, February 12, 2009

5 Kendalikan Amarahmu Sewajarnya

paku

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah … Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah … Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah..,Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar. Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah. Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas.


seperti lubang ini … di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada … DAN luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”


Info GauL

Post ini diterbitkan pada : Tuesday, February 3, 2009

3 Seorang Cacat Pemegang Rekor Dunia Olimpiade

Ketika berumur lima tahun,Glenn Cunningham mengalami luka bakar yang parah di bagian tungkainya.para dokter yang merawat nya terpaksa angkat tangan.Menurut mereka,Glenn akan tetap cacat dan harus menggunakan kursi roda seumur hidupnya."Ia takkan bisa berjalan lagi",begitulah kalimat yang terlontar dari beberapa dokter yang di temuinya.

Para dokter itu memang memeriksa keadaan tungkai kaki Glenn Cunningham,namun tidak mungkin mereka bisa melihat ke dalam lubuk hatinya.. Glenn sungguh tidak menghiraukan kata-kata dokter tersebut.Ia bertekad dalam hatinya bahwa dia pasti bisa berjalan lagi.Sementara fisiknya masih terkapar lemah di tempat tidur dengan kakinya yang kurus dan nampak merah bekas luka bakar,ia berikrar "Minggu depan,aku akan bangun dari tempat tidur ini dan berjalan!".Dan Hal itu benar-benar dilakukannya.

Dalam waktu satu minggu,dia sudah bisa berjalan walau langkahnya masih terlihat gemetaran.. Ibunya bercerita mengenai betapa ia sering menyingkapkan gorden dan memandang keluar,memperhatikan Glen meraihkan tangan ke atas untuk menggenggam gagang sebuah alat pembajak tanah yang sudahtidak dipakai lagi di pekarangan.Dengan kedua tangan yang menggenggam gagang bajak,ia mulai melatih kakinya yang cacat.Dan dengan setiap langkah yang menyakitkan itu,semakin dekat pula dia ke tujuan yang telah di ikrarkannya,yaitu bisa berjalan kembali.Tidak lama kemudian,dia sudah mulai bisa berlari-lari dengan lambat,semakin lama semakin cepat dengan gerakan yang semakin pasti.

"Aku sejak awal sudah yakin akan bisa berjalan lagi,dan ternyata memang bisa.. Kini aku akan berlari lebih cepat dari siapapun juga.",demikianlah yang terbesit dalam benak Glenn ketika dia sudah mulai bisa berjalan normal kembali.

Hal itu berhasil dilakukannya!,dia menjadi pelari yang tangguh untuk jarak satu mil.. Dan pada tahun 1936,dia mencatat prestasi yang menakjubkan kala dia berhasil mencetak rekor dunia baru balap lari jarak satu mil dengan waktu hanya 4:06 menit.Sehingga dia mendapat penghormatan sebagai atlet luar biasa waktu itu.

"Jika aku dapat meminta agar hidupku sempurna,itu merupakan godaan menggiurkan.Namun dengan sangat terpaksa,aku akan menolaknya.Karena dengan begitu aku tidak dapat lagi menarik pelajaran dari kehidupan ini"Demikianlah kalimat yang sering diucapkan oleh Glenn Cunningham.

Seorang yang sudah dipastikan cacat seumur hidupnya oleh puluhan dokter pun masih terus mempertahankan semangatnya.. dan akhirnya menjadi pemegang rekor dunia.. Lalu bagaimana dengan kita?Masihkah ada alasan untuk tidak bisa berhasil..?

My Tweet

 
Site Meter
© 2008 Blogger Abstrak | Template by : O-zone | Owner : Angga Leoputra