Tempat Berbagi Berita, Cerita dan Derita

Kategori Yang Kalian Suka

Post ini diterbitkan pada : Saturday, March 7, 2009

Malam Berharga Dalam Hidupku

KasihLangit sudah semakin gelap malam itu,aku dan ayahku baru saja selesai dari memasarkan barang jualan kami.Merasa bahwa sudah kemalaman,kami berjalan dengan bergegas menyusuri setiap gang kecil yang kami lewati.Kami memang jadi terbiasa jalan kaki semenjak keluarga kami bangkrut.


Rute perjalanan pulang kami terlihat jauh sekali karena harus memutari sebuah kali yang membatasi antara wilayah pelanggan kami dengan wilayah tempat tinggal kami saat itu.Sementara perutku sudah berbunyi menahan lapar,kulihat ayahku menyanyi kecil berulang kali dalam perjalanan.Aku tahu dari hatiku bahwa ayah sesungguhnya juga sudah lapar.Namun,beliau malah mengalihkan perhatianku dari rasa lapar dengan bertanya-tanya tentang artis mandarin yang aku sukai.dan itu berhasil!!,tanpa terasa aku terbawa suasana dan mulai bercerita tentang artis pujaanku tersebut.Rasa lapar seakan terlupakan oleh kerja otakku.( Daerah tersebut sepi sekali sehingga kami tidak menemui satu pun tempat makan.Mau tidak mau,kami harus pergi ke dekat rumah untuk makan. )

Sebenarnya,aku tidak akrab dengan ayahku.Bagiku,ayah adalah orang yang jahat yang suka mabuk dan pulang ke rumah dengan marah-marah.dan hal itu serasa telah memendam di dalam setiap tingkah laku dan sikapku dalam berbicara kepada ayah.Rasa hormatku tidak terasa lagi dalam setiap gerak-gerik ku di sampingnya.Jujur saja,aku tak tahu siapa yang harus disalahkan atas perceraian kedua orang-tua ku,sehingga aku hanya bisa menyalahkan keadaan.

Tiba-tiba,ayah menunjuk sebuah jembatan kecil di sebelahku dan mengajakku untuk menyeberangi kali lewat jembatan itu saja.”Lebih cepat”,kata ayah padaku.Sebenarnya,itu bukan jembatan.. melainkan sebuah beton kecil saja yang cuma bisa dilewati 1orang.

Mendengar itu,aku hanya memandang ayahku dengan serius untuk memastikan dia tidak bercanda.Soalnya,aku paling takut menyeberangi jembatan!,apalagi kalau tidak ada pembatasnya… hmm..takut jatuh.Namun,entah mengapa,apa yang kulihat dari bola matanya membuat aku merasa dilindungi olehnya apapun yang terjadi.Ayah kemudian menyuruhku bergegas menyeberang karena kelihatannya,bukan kami saja yang mau memakai beton itu untuk menyeberang.Di belakang kami sudah ada 2orang yang menunggu antrian.

“Jangan takut,ayah ada di belakangmu.. Kamu jalan saja duluan.. Jangan lihat kebawah,maka km pasti takkan merasa takut.”,begitulah yang ayah katakan sambil mengikutiku menyeberang.Tapi tetap saja kakiku gemetaran karena takut jatuh.Saat itu,kami berdua mungkin menjadi tontonan menarik untuk orang-orang yang sudah semakin ramai ingin menyeberang juga.2 orang pria yang menyeberang seperti kura-kura.. lambat sekali langkah kami !!

Aku tidak berani menengok kesana-kesini,mataku hanya terfokus ke depan.bahkan untuk menengok ayahku di belakang pun aku takut.hmm… Sesampainya di seberang kali,aku baru berani melihat ke belakang.Dan ternyata,ayahku masih di tengah jembatan.. langkahnya terlihat lebih gemetar 2x lipat dibandingkan denganku.

Ketika ayah sudah berhasil menyeberang,tanpa berbicara sama sekali kami berdua berjalan secepatnya meninggalkan para penyeberang lainnya yang dari tadi mendapat tontonan gratis dari kami.( Malu hehe ).merasa sudah cukup jauh,akhirnya tanpa menengok,aku bertanya kepada ayah dengan nada bercanda.. “Gimana pak kakinya..??masih gemetaran..??”.dan ayah menjawab dengan singkat,”Masih”.lalu kami berdua tertawa berbarengan… tawa yang ternyata sudah lama hilang dari kehidupan ku kini telah terdengar kembali.. hehehe

Sambil tertawa,ayah mengeluarkan uang 10ribu dari saku celananya,lalu berkata “Mau makan enak..??” hahahahaha.. kami kembali tertawa.^^ Walaupun harus menahan lapar,tapi malam itu adalah malam paling berharga untuk hidup ku.Sebuah titik awal yang membuatku sadar bahwa kasih sayang orang tua ku memang tulus apa adanya kepadaku.Dan kejadian itu pulalah yang membuatku bisa mengalahkan “ketakutan” dalam hidupku.

Malam itu adalah malam berharga bagi hidupku.. !!,dan aku akan berbuat yang terbaik semampuku untuk mereka yang telah menyayangiku.

Malam itu adalah malam berharga bagi hidupku..!!,karena aku telah dapat melewatinya dengan orang-orang istimewa dalam hidupku.Tanpa mereka,aku bukanlah siapa-siapa..

iya,MALAM ITU ADALAH MALAM BERHARGA BAGI HIDUPKU.. !! Happy


Do you like this post? You can share it with your community..
Dapatkan update artikel lewat email

Artikel Terkait

1 comments:

March 7, 2009 at 1:39 AM Visitor
Anonymous said...

Artikel yang menyentuh sekali... aku jadi tersadar bahwa hal terburuk sekalipun akan tidak terasa jika kita melewatinya bersama orang yang memahami dan menyayangi kita. keep share yah bro..

My Tweet

 
Site Meter
© 2008 Blogger Abstrak | Template by : O-zone | Owner : Angga Leoputra